Senin, 19 Maret 2012

PERKEMBANGAN DEMOKRASI INDONESIA

A. Latar Belakang

Apakah demokrasi itu? Apakah negara ini sudah demokrasi? Pertanyaan ini selalu menghinggapi bangsa Indonesia ketika kita bicara istilah demokrasi. Ada pandangan produk dan atribut yang berkaitan dengan demokrasi sebagai produk luar negeri. Negara Indonesia sendiri tidak memiliki kejelasan yang tepat tentang demokrasi itu sendiri. Jika melihat bentuk demokrasi dalam struktur pemerintahan Indonesia dari level negara, provinsi, kabupaten, hingga kecamatan hampir dapat dipastikan di level ini demokrasi hanya sampai pada proses pembuatan kebijakan, sementara jika mencari demokrasi yang berupa ciri khas yang dapat mewakili bahwa Negara indonesia mempunyai diri demokrasi tersendiri itu dapat dilihat di level desa. Bagaimana seperti ditulis almarhum Moh. Hatta bahwa,”Di desa-desa sistem yang demokrasi masih kuat dan hidup sehat sebagai bagian adat istiadat yang hakiki.” Dasarnya adalah pemilikan tanah yang komunal yaitu setiap orang yang merasa bahwa ia harus bertindak berdasarkan persetujuan bersama. Struktur demokrasi yang hidup dalam diri bangsa Indonesia harus berdasarkan demokrasi asli yang berlaku di desa. Gambaran dari tulisan almarhum ini tidak lain dari pola-pola demokrasi tradisional yang dilambangkan oleh musyawarah dalam pencapaian keputusan dan gotong royong dalam pelaksanaan keputusannya tersebut.
Dari gambaran di atas, hal ini pula yang menginspirasi demokrasi pancasila yang selalu menjadi Kiblat negara kita dalam menapaki kehidupan berbangsa dan bernegara masih perlu ditelaah atau dikaji secara lebih dalam lagi.



B.Pembahasan/Isi

Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan negara Indonesia yang dijiwai dan diintegrasikan oleh nilai-nilai luhur Pancasila yang tidak mungkin terlepas dari rasa kekeluargaan. Akan tetapi yang menjadi pandangan kita sekarang. 

 1. Demokrasi Kerakyatan Pada Masa Revolusi
Periode panjang pergerkan nasional yang didominasi oleh muncuolnya organisasi modern digantikan periode revolusi nasional. Revolusi yang menjadi alat tercapainya kemerdekaan merupakan kisah sentral sejarah indonesia. Semua usaha untuk mencari identitas (jati) diri, semangat persatuan guna menghadapi kekuasaamn kolonial, dan untuk membangun sebuah tatanan sosial yang adil akhirnya membuahkan hasil dengan diproklamasikannya kemerdekaan indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Pada masa revolusi 1945 – 1950 banyak kendala yang dihadapi bangsa indonesia, misalnya perbedaan-perbedaan antara kekuatan-kekuatan perjuangan bersenjata dengan kekuatan diplomasi, antara mereka yang mendukung revolusi sosial dan mereka yang menentangnya dan antara kekuatan islam dalam kekutan sekuler.
 2. Demokratisasi Dalam Demokrasi Parlementer
Setelah indonesi merdeka, kini menghadapi prospek menentukan masa depannya sendiri. Warisan yang ditinggalkan pemerintahan kolonial berupa kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan dan tradisi otoriter merupakan merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan para pemiipin nasional indonesia. Pada periode tahun 1950-an muncul kaum nasionalis perkotaan dari partai sekuler dan partai-partai islam yang memegang kendali pemerintahan. Ada sesuatu kesepakatan umum bahwa kedua kelompok inilah yang akan menciptakan kehidupan sebuah negara demokrasi di indonesia
3. Demokratisasi Dalam Demokrasi Terpimpin
Di tengah-tengah krisis tahun 1957 dan pengalaman jatuh bangunnya pemerintahan, mengakibatkan diambilmnya langkah-langkah menuju suatu pemerintahan yang oleh Soekarno dinamakan Demokrasi Terpimpin.
 4. Demokratisasi Dalam Demokrasi Pancasila
Pada tahun 1966 pemerintahan Soeharto yang lebih dikenal dengan pemerintahan Orde Baru bangkit sebagai reaksi atas pemerintahan Soekarno. Pada awal pemerintahan orde hampir seluruh kekuatan demokrasi mendukungnya karena Orde Baru diharapkan melenyapkan rezim lama. Soeharto kemudian melakukan eksperimen dengan menerapkan demokrasi Pancasila. Inti demokrasi pancasila adalah menegakkan kembali azas negara hukum dirasakan oleh segenap warga negara, hak azasi manusia baik dalam aspek kolektif maupun aspek perseorangan dijamin dan penyalahgunaan kekuasaan dapat dihindarkan secara institusional. Dalam rangka mencapai hal tersebut, lembaga-lembaga dan tata kerja orde baru dilepaskan dari ikatan-ikatan pribadi.
5. Rekonstruksi Demokrasi Dalam Orde Reformasi
Melalui gerakan reformasi, mahasiswa dan rakyat indonesia berjuang menumbangkan rezim Soeharto. Pemerintahan soeharto digantikan pemerintahan transisi presiden Habibie yang didukung sepenuhnya oleh TNI. Lembaga-lembaga di luar presiden dan TNI tidak mempunyai arti apa-apa. Seluruh maslah negara dan bangsa indonesia menjadi tanggung jawab presiden/TNI. Reformasi menuntut rakyat indonesia untuk mengoreksi pelaksanaan demokrasi. Karena selama soeharto berkuasa jenis demokrasi yang dipraktekkan adalah demokrasi semu. Orde Baru juga meninggalkan warisan berupa krisis nasional yang meliputi krisis ekonomi, sosial dan politik.
 
C.Penutup

Demikian pembahasan yang saya buat  tentang "Perkembangan Demokrasi Indonesia" atas kerja sama dan partisipasinya saya sampaikan terima kasih.


sumber : http://blogbintang.com/makalah-pkn
              http://pancasila.univpancasila.ac.id/?p=336   




Jumat, 04 November 2011

Ekonomi Koperasi


BAB I PENDAHULUAN

a.     Latar Belakang
Koperasi merupakan usaha bersama dari sekolompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.Koperasi di Indonesia saat ini telah berkembang dengan pesat karena para anggota-anggotanya yang terdiri dari masyarakat umum telah mengetahui manfaat dari pendirian koperasi tersebut, yang dapat membantu perekonomian dan mengembangkan kreatifitas masing-masing anggota. Upaya dari pendirian koperasi ini sangat menguntungkan bagi masyarakat untuk lebih memahami koperasi, hendaknya kita mengetahui ciri-ciri dari koperasi dan badan usaha koperasi. Dari latar belakang diatas maka penulis ingin membahas tentang Ekonomi Koperasi & Memahami apa itu koperasi.
b.   Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang maka rumusan masalah adalah:
1.      Apa itu Pengertian Koperasi?
2.      Prinsip koperasi?
3.      Fungsi peranan koperasi itu apa?

BAB II PEMBAHASAN

1.      Pengertian Koperasi
Bagi Masyarakat Indonesia, Koperasi sudah tidak asing lagi, karena kita sudah merasakan jasa Koperasi dalam rangka keluar dari kesulitan hutang lintah darat. Secara harfiah Koperasi yang berasal dari bahasa Inggris Coperation terdiri dari dua suku kata :
- Co yang berarti bersama
- Operation = bekerja
Jadi koperasi berarti bekerja sama, sehingga setiap bentuk kerja sama dapat disebut koperasi.
Pengertian pengertian pokok tentang Koperasi :
  1. Merupakan perkumpulan orang orang termasuk badan hukum yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama.
  2. Menggabungkan diri secara sukarela menjadi anggota dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai pencerminan demokrasi dalam ekonomi.
  3. Kerugian dan keuntungan ditanggung dan dinikmati bersama secara adil.
  4. Pengawasan dilakukan oleh anggota.
  5. Mempunyai sifat saling tolong menolong.
  6. Membayar sejumlah uang sebagai simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai syarat menjadi anggota.
Sebetulnya suatu definisi itu meskipun banyak persamaannya, tetapi orang banyak yang memberi tekanan pada salah satu unsurnya. Hal ini tergantung pada perbedaan segi pandangan palsafah hidup orang yang mengemukakan tentang Koperasi, sebagai pelengkap dari pengertian koperasi menurut UU No. 12/1967 (undang undang pertama mengenai Koperasi Indonesia), diantaranya :
- Dr.C.C. Taylor
Beliau adalah seorang ahli ilmu Sosiologi, dapat diperkirakan tinjauan beliau adalah tinjauan yang menganggap bahwa Koperasi adalah konsep sosiologi. Menurutnya koperasi ada dua ide dasar yang bersifat sosiologi yang penting dalam pengertian kerja sama :
  1. Pada dasarnya orang lebih menyukai hubungan dengan orang lain secara langsung. Hubungan paguyuban lebih disukai daripada hubungan yang bersifat pribadi.
  2. Manusia (orang) lebih menyukai hidup bersama yang salig menguntungkan dan damai daripada persaingan.
Sesuai dengan pandangan Taylor tersebut Koperasi dianggap lebih bersifat perkumpulan orang daripada perkumpulan modal, selain dari sudut pandang ETIS/ RELIGIOUS dan sudut pandang EKONOMIS.
- Intenational Labour Office (ILO)
Menurut ILO definisi koperasi adalah sebagai berikut :
 Cooperation is an association of person, usually of limited means, who have voluntaily joined together to achieve a common economic and through the formation of a democratically controlled businnes organization, making equitable
contribution of the capital required and eccepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking.
Definisi di atas terdiri dari unsur unsur berikut :
  1. Kumpulan orang orang
  2. Bersifat sukarela
  3. Mempunyai tujuan ekonomi bersama
  4. Organisasi usaha yang dikendalikan secara demokratis
  5. Kontribusi modal yang adil
  6. Menanggung kerugian bersama dan menerima keuntungan secara adil.
- Margaret Digby
Menulis tentang “ The World Cooperative Movement “ mengatakan bahwa koperasi adalah :
  1. Kerjasama dan siap untuk menolong
  2. Adalah suatu usaha swasta tetapi ada perbedaan dengan badan usaha swasta lain dalam hal cara untuk mencapai tujuannya dan penggunaan alatnya.

- Dr. C.R Fay
…..suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangan tidak memikirkan diri sendiri sedemikian rupa. Sehingga masing masing sanggup menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan tingkat hubungan mereka dengan perserikatan itu.
- Dr. G. Mladenata
Didalam bukunya “ Histoire des Doctrines Cooperative “ mengemukakan bahwa koperasi terdiri atas produsen produsen kecil yang tergabung secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama ,dengan saling bertukar jasa secara kolektif dan menanggung resiko bersama dengan mengerjakan sumber sumber yang disumbangkan oleh anggota.
- H.E. Erdman
Bukunya “ Passing Monopoly as an aim of Cooperative” mengemukakan definisi sebagai berikut :
  1. koperasi melayani anggota, yang macam pelayanannya sesuai dengan macam koperasi
  2. rapat anggota memutuskan kebijakan dasar juga mengangkat dan meberhentikan pengurus
  3. pengurus bertanggung jawab dalam menjalankan usaha dan dapat mengangkat karyawan untuk melaksanakan kebijaksanaan yang diterima dari rapat anggota.
  4. Tiap anggota mempunyai hak satu suara dalam rapat anggota tahunan. Partisipasi anggota lebih diutamakan daripada modal yang dimasukan.
  5. Anggota membayar simpanan pokok, wajib dan sukarela. Koperasi juga dimungkinkan meminjam modal dari luar.
  6. Koperasi membayar bunga pinjaman sesuai dengan batas yang berlaku yaitu sesuai dengan tingginya yang berlaku di masyarakat.
  7. SHU ( Sisa Hasil Usaha ) dibayar pada anggota yang besarnya sesuai dengan jasa anggota
2.      Prinsip Koperasi
Menurut pasal 5 UU No.25 Thaun 1992,prinsip koperasi adalah sebagai berikut:
·         Keanggotannya bersifat terbuka dan sukarela
·         Penggelolaan dilakukan secara demokratis

·         Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing,pemberian balas jasa terbatas terhadap modal
·         Kemandirian

3.      Tujuan Koperasi
Menurut Pasal 3 Undang-undang No.25 Tahun 1992, tujuan koperasi adalah sebagai berikut:
·         Memajukan kesejahteraan anggotan dan masyarakat
·         Ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju,adil,dan makmur berlandasakan pancasila dan Undang-undang dasar 45.

4.      Fungsi Dan Peranan Koperasi
Kehiduapan koperasi Indonesia di harapkan untuk mempunyai fungsi dan peran sebagai berikut:
·         Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umunya untuk meningkatkan kesejahteran ekonomi dan social
·         Beperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualits kehidupan manusia dan masyarakat
·         Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuataan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya
Koperasi memperoleh badan hukum setelah akta pendirian disahkan oleh pemerintah. Dalam akta pendirian tersebut harus memuat anggaran dasar. Untuk mendapatkan pengesahan, para pendiri mengajukan permintaan tertulis disertai akta pendirian koperasi Pengesahan akta pendirian jangka waktu paling lama 3 bulan setelah diterima permintaan pengesahaan.
 
BAB III KESIMPULAN
Ekonomi koperasi sangat berperan dalam pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja juga sangat  berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Jadi koperasi merupakan perkumpulan orang orang termasuk badan hukum yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama. Ekonomi koperasi mempunyai UU No.25 tahun 1992 yang berisikan keanggotannya terbuka dan sukarela. Koperasi di Indonesia saya harapkan bisa membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi, anggota pada khususnya dan masyarakat pada umunya untuk meningkatkan kesejahteran ekonomi dan social Beperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualits kehidupan manusia dan masyarakat,Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuataan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.

Rabu, 30 Maret 2011

INDIRECT/REPORTED SPEECH

Ada dua cara untuk mengungkapkan apa yang seseorang katakan yaitu: langsung (direct) dan tidak langsung (indirect/reported).
Pada kalimat langsung, kita mengulangi ucapan pembicara (speaker) sama persis. Kalimat langsung biasanya digunakan dalam percakapan di dalam buku, drama, ataupun dalam tanda kurung.
Contoh:
He said, ‘I have lost my umbrella.’
Kalimat langsung (direct) mempunyai dua bagian, yaitu: reporting sentence dan reported sentence. Reporting sentence adalah klausa yang berisi siapa yang berbicara, sedangkan reported sentence adalah klausa yang berisi apa yang dibicarakan.
Contoh:
Mike said, “I will come to your house.”
reporting reported
Sedangkan, pada kalimat tidak langsung (indirect), kita mengungkapkan maksud ucapan pembicara dengan ungkapan yang tidak sama persis.
Contoh:
He said (that) he had lost his umbrella.
PERUBAHAN KALIMAT LANGSUNG (DIRECT) MENJADI TIDAK LANGSUNG (INDIRECT)
A. Kalimat pernyataan (statement) pada kalimat tidak langsung (indirect)
Perubahan direct menjadi indirect pada statement ditandai dengan ‘that’.
Kalimat langsung yang reporting sentence-nya memiliki verb dalam bentuk present tense (simple present, present continuous, and present perfect atau future tense) maka tidak ada perubahan tenses pada reported sentence dalam bentuk tidak langsung (indirect). Ini biasanya terjadi apabila:
1. Melaporkan suatu percakapan yang masih berlangsung
2. Membaca surat dan melaporkan apa isi surat tersebut
3. Membaca perintah dan langsung melaporkannya pada waktu tersebut
4. Melaporkan pernyataan yang sering muncul
Contoh:
Direct
• John (phoning from the station), “I’m trying to get a taxi.”
• Siska says,” The sun rises every morning.
”
Indirect
• John says that he is trying to get a taxi.
• Siska says that the sun rises every morning.

Namun demikian, kalimat tidak langsung biasanya diawali dengan verb lampau (past tense). Pada hal ini, verb pada reported sentence harus diganti dengan turun satu level. Perubahan tenses tersebut dapat dilihat dalam tabel yang ada di bawah ini:

Kamis, 24 Februari 2011

ADVERBIAL CLAUSES

FUNCTION OF ADVERBIAL CLAUSES
Most types of adverbial clauses are considered as modifying the verb of the main clause, some more loosely than others. A few types, such as clauses of time or claluses of place,are sometimes interpreted as modifiers of the entri sentence.
POSITON AND PUNTUATION OF ADVERBIAL CLAUSES
Like the adverb, the adverbial clauses has three possible positions.
INITIAL POSITION. Here the adverbial clauses adds one means of variety to a sentence opening. An introductory adverbial clause is usually set off by commas, especially if the clause is long. (However ,there are variations in usage, sometimes even by the same writer). This position gives more emphasis to the adverbial clause ; it may also relate the clause more closely to the preceding sentence. Generally, a long adverbial clause before a short main clause should be avoided to prevent the sentence from appearing “ topheavy ” .
MID-POSITION (often after the subject of the main clause). Hare the adverbial clause must be set off by commas, since it acts as an interrupting element. An adverbial clause in mid-position help to vary the rhythm of the sentence.
FINAL POSITION. This is the most usual place for the adverbial clause (as it is for most adverbial axpressions). Clauses of time and place (often also result, purpose, degree) in final position are generally not set off by commans. For the other clauses, the writer uses a comma if he would pause before one of them in speech, especially if the clause is long or is added as an afterthought.

TYPES OF ADVERBIAL CLAUSES
CLAUSES OF TIME

Conjunctions Example
When (ever) You may begin when(ever) you ere ready.
While While he has was walking home, he saw an accident.
Since They have become very snobbish since they moved into their expensive apartment.
Before Shut all the windows before you go out.
After After she finished dinner, she went right to bed.
Until Until Mr. Smith got a promotion in our company, I had never noticed him.
Till We’ll do nothing further in the matter till we hear from you.
As As he was walking in the park, he noticed a very pretty girl.
As soon as I’II go to the post office as soon as I wrap this package.
As long as You may keep my book as long as you need it.
Now(that) Now(that) the time has arrived for his vacation, he doesn’t want to leave.
Once Once she makes up her mind, she never changes it.

CLAUSES OF PLACE

Conjunctions Example
Where She lives where the Johnsons used to live.

Where may be preceded by intensifier, by not , or by both.

Just
Not only Where
Even
Right
Example : He sat, not right where the always sits, but a short distance away.

A conjunction of place may consist of an adverbial compound ending in-Where or -Place, with or without That following it.
Anywhere (that)
Nowhere (that)
Everywhere (that)
Any place (that)
No place (that)
Every plece(that)
Example: He goes everywhere she goes.

CLAUSE OF CONTRAST

There are two types of clause of contrast , concessive and adversative. The concessive clause offers a partial contras – it states a reservation that does not invalidate the truth of the main clause. The adversative clause makes a stronger contrast that may range all the way to complete opposition.

CONCESSIVE CLAUSE
Conjunction example
Although We couldn’t meet the deadline although we worked day and night.
Though Though he had always preferred blondes, he married a brunette.
Even though Even though she disliked the movies, she went with her husband to please him.


ADVERSATIVE CLAUSE
Conjunction example
While While Robert is friendly with everyone, his brother makes very few friends.
Where Where the former governor had tried to get the cooperation of the local chief, the new governor aroused their hostility by his disregard for their opinions.
Whereas Soccer is a popular spectator sport in England, whereas in the united states it is football that attracts large audiences.
When He claim to be a member of the royal family when in fact his family were immigrant.

CLAUSES OF CAUSE

Conjunctions example
Because they had to move because their building was to be torn down.
Since Since he couldn’t take his wife with him, he decided not to go to the conference.
As As he was in a hurry, he hailed the nearest cab.
Now Now he’s inherited his father’s money, he doesn’t have to work any more.
Whereas Whereas a number of the conditions in the contract have not been met, our company has decided to cancel the contranct.
CLAUSES OF RESULT

Conjunctions example
So. . .that
So + adjective + that She is so emotional that every little thing upsate her.
So + adverb + that She behaved so emotionally that we knew something terrible had upset her.
Such (a). . .that
Such a + singular This is suchan ugly chair that I am going to give it away.
countable noun
Such + plural countable These are such ugly chairs that I am going to give them away.
Such + noncountable noun That is suchugly furniture that I am going to give it away.
So They spent their vacation at the seashore, so when they came home they were.

CLAUSES OF PUROSE

Conjunction example
That He decided to take a trip around the world that he might learn about different people and their costoms.
So The flowers will be delivered as late in the evening as possible so they will be fresh for the party.
In the hope that They are working night and day in the hope that they can finish the building at the scheduled time.
To the end that To the end that juctice may be served, the defendant will be offered every opportunity to establish his innocence.

CLAUSES OF CONDITION

Conjunction example
If If I see him, I’II invite him to our party tomorrow.
Even if If it doesn’t rain, we’ll go to the beach tomorrow.
Unless Unless it rains, we’ll go to the beach tomorrow.

CLAUSES OF EXCEPTION (Negatif Condition)

Conjunction example
Except that the building would havealresdy been finished except that a trucking strike had delayed delivery of some material.
But that But that his assailant’s pistol failed to fire, he would surely be dead now.
Save that Save that he lapsed into vulgarity every now and then, he had great appeal to his genteel women readers.

CLAUSES OF MANNER

Conjunction example
As if They all treat him as if he were a king
As though He walked around as though he was in a daze.
As She always does as her husband tells her.


CLAUSES OF DEGREE
Comparison

Counjunction example
Equal comparison Of two units
As The new machine is just as efficient as the old one (was)
+ Adj. or adv . . . as
So The new machine works just as efficiently as the old one (did)

Kamis, 16 Desember 2010

Masalah Konsepsi IBD dan Kemanusiaan

Konsepsi ilmu budaya dasar berasal dari kata  Humanities yang berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus. Hal ini tentunya sangat baik jika kita pelajar, karna kita akan mendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat.  The Humanities berkaitan dengan nilai – nilai norma manusia contohnya norma agama, hukum, kesusilaan dan kesopanan. Pada Umumnya Humanities mencangkup filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat dan sebagainya. Ada Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya seperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat, dsb. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan. Jadi Intinya the Humanities mempelajari semua masalah tentang manusia dan budaya.

Pengetahuan Ilmu Budaya Dasar yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk menyelesaikan masalah manusia dan kebudayaan . Suatu karya yang dapat  kita ungkapkan lebih dari satu masalah, sehingga ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra,melainkan ilmu filsafat ataupun ilmu tari yang terdapat dalam pengetahuan budaya, tetapi ilmu budaya dasar menggunakan karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.

Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan
1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat,
budaya daerah dan budaya nasional

Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia. Unsur-unsur kebudayaan
1. Sistem Religi/ Kepercayaan
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Ilmu Pengetahuan
4. Bahasa dan kesenian
5. Mata pencaharian hidup
6. Peralatan dan teknologi


Konsepsi kemanusiaan adalah konsepsi ideal manusia yang terletak pada pengertian kemandirian, bahwa manusia dengan  unsur-unsurnya yang akan memiliki nilai diri yang lebih spesifik. Kemandirian bukan berarti menyendiri melainkan kemandirian adalah sesuatu yang di kerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain.Seseorang yang mandiri adalah seseorang yang berhasil membangun dirinya sedemikian mungkin sehingga mampu menempatkan perannya dalam alam kehidupan kemasyarakat dengan penuh manfaat bagi orang lain dan diri sendiri. Kemandirian seseorang dapat diukur dengan sejauh mana kehadiran dirinya memberikan manfaat kearah kesempurnaan dalam sistemnya yang lebih luas.Berdasarkan observasi empirik atas unsur-unsur pembentuknya, deskripsi ringkas upaya pembentukan manusia seutuhnya dapat dikemukakan .

Secara fisik manusia ditunjukkan oleh kebadanannya, yaitu tubuh dari kehidupannya. Badan hidup ini bersifat khas dan berbeda dari tumbuhan maunpun binatang karena memiliki kesadaran dan kemampuan berfikir dalam bentuk penalaran rasional dan emosional. penalarannya manusia tidak menjadi individualis yang mengisolasi diri, melainkan membangun kemampuannya untuk berkomunikasi dengan lingkungan alam, kehidupan dan kemanusiaannya membentuk masyarakat kemanusiaan. Masyarakat manusia ini ternyata kemudian mampu membangun tatakrama etika peradabannya. Raihan atas nilai luhur etika ini menempatkan manusia pada posisi terhormat dalam lingkungannya, sesuai dengan hidayah yang Maha Kuasa mampu meraih takwa, menyadari keberadaannya sebagai khalifatullah fil ardhi.

Senin, 13 Desember 2010

Manusia dan Harapan


Setiap manusia di dunia pasti mempunyai harapan,manusia yang tanpa harapan berarti manusia tersebut mati dalam hidup orang yang akan meninggal pun mempunyai harapan biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.

Menurut kodratnya manusia adalah mahluk sosial setiap lahir ke dunia disambut dalam suatu pergaulan hidup yakni di tengah suatu keluarga atau masyarakat lainnya tidak ada satupun manusia yang luput dari pergaulan hidup di tengah-tengah manusia lain itulah seseorang dapat hidup berkembang baik fisik/jasmani.

Harapan harus berdasarkan kepercayaan baik kepercayaan terhadap diri sendiri maupun kepercayaan kepada Tuhan YME.Agar harapan kita terwujud maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh manusia wajib berdoa karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

Ada beberapa dorongan berbagai kepercayaan dan usaha untuk meningkatkan harapan di antara lainnya :
1.Kepercayaan terhadap diri sendiri :Kepercayaan terhadap diri sendiri itulah yang di tanamkan setiap pribadi manusia,percaya terhadap diri sendiri menngagap dirinya tidak salah ,dirinya menang dirinya mampu mengerjakan yang di serahkan atau di percayakan kepadanya.

2.Kepercayan kepada orang lain :Kepercayaan kepada orang lain dapat berupa percaya kepada saudara,orang tua,guru,teman,pacar ataupun siapa saja.Kepercayaan kepada orang lain tentu saja percaya kepada kata hatinya,perbuatan yang sesuai kepada kata hati,ataupun terhadap kebenaranya

3.Kepercayan terhadap pemerintah : Pada hakekatnya kita manusia hidup secara sosial,membentuk negara atau pemerintah dari rakyat.Rakyat adalah negara rakyat itu mejelma menjadi negara.Oleh sebab itu kita harus percaya kepada negara karena negara itu adalah kita sendiri.
4..Kepercayaan kepada Tuhan :Kepercayaan kepada tuhan sangatlah penting karena keberadaan manusia itu bukan karena dirinya sendiri tetapi di ciptakan oleh Tuhan.Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran.Kepercayaan amat penting karena menghubungkan tali kuat yang Tuhan menolong umatnya sedangkan umatnya tidak dapat percaya kepada Tuhannya,oleh karena ituh jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan padanya,manusia harus percaya kepada tuhan sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia.Kepercayaan atau pengakuan akan adanya jat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta berserta isinya merupakan koneksinya tiap-tiap uamt beragama dalam melakukan perhujudan kepada jat tersebut.

Dari kepercayaan-kepercayaan kita dapat mendorong agar kita trus semangat untuk menjalani hidup kita.Dari kepercayaan-kepercayaan akan timbul harapan-harapan agar kita tidak ada henti-hentinya trus berharap dan berusaha juga Berdoa kepada Tuhan YME,agar keinginan yang kita inginkan terkabul.

Minggu, 12 Desember 2010

Manusia yang Bertanggung jawab

  1. A. Pengertian Tanggung Jawab
Menurut kamus besar bahasa Indonesia Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab merupakan berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya sebagai kesadaran dan kewajibannya.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik, atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian dan pengirbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  1. B. Macam-macam Tanggung Jawab
    1. a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengambangkan kepribadian sebagai manusia prbadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan menganai dirinya sendiri menunrut sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral namun manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi manusisa mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri angan angan sendiri sebagai perwujudan dari pendapat perasaan dan angan angan masnusia berbuat dan bertindak.
  1. b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan Masyarakat kecil, keluarga terdiri dari suami-istri , ayah ibu dan anak anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkun nama baik keluarga tapi ketangung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan pendidikan dan kehidupan
  1. c. Tanggung jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusai tidak bisa hidup tanoa bantuan omanusia lain, sesua dengan kedudukannya sebagai mahluk social. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga mdengan demikian manusia disisni merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lain agat dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkat lkau dan perbuatannya harus dipertaggung jawabkan kepada masyarakat.
  1. d. Tanggung jawab kepada Bangsa/Negeri
Bahwa setiap manusia adalah warga Negara suatu Negara dalam berpikir, berbuat, bertindak, ertingkah laku manusia terikat oleh norma norma atau ukuran ukuran yang dibuat oleh Negara. Manusia tidak dapat berbuat semuanya sendiri bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
  1. e. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga dikatakan tindakan manusia tidak lpas daei hukuman hukuman Tuhan. Yang diruangkan dalam berbagai kitab suco melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman hukuman  tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika perungatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraikan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah perintah Tuhan. Berarti menginggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan terhadap Tuhan sebagai penciptanya. Bahkan untuk memenuhi tanggungjawabnya manusia harus berkorban.
  1. C. Pengabdian dan Pengorbanan
    1. a. Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagi perwujudan kesetiaan, cinta, kasih saying, hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.Pengabdia it pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan hal itu berarti dia mengabdi kepad keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari hari itu bukan pengabdian tapi hanya bantuan saja.
  1. b. Pengorbanan
Berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menytakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasahn yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian yang didasarkan atas kesadara moral yang tulus ikhlash semata mata.
pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan kothbah agama dari kisag para tokoh agama atu nabi manusia memperoleh tauladan. Bagaimana semestinya wajib berkorban